Gubernur DKI Tegaskan Stok Pangan Aman, Imbau Warga Hindari Panic Buying

- Selasa, 10 Februari 2026 | 13:35 WIB
Gubernur DKI Tegaskan Stok Pangan Aman, Imbau Warga Hindari Panic Buying

"Yang pertama adalah monitoring rutin ketersediaan harga pangan. Baik itu beras, daging, LPG 3 kilo, serta kita akan tetap menerapkan early warning system terhadap harga-harga yang ada di Jakarta," ujarnya memaparkan.

Intervensi Pasar dan Kewaspadaan terhadap Komoditas Rawan

Sebagai bentuk langkah konkret, pemerintah provinsi telah menyiapkan skema intervensi pasar. Jika monitoring menemukan adanya lonjakan harga yang signifikan, program pasar murah siap digelar untuk menstabilkan kondisi. Kebijakan ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang momen hari raya.

"Dalam kesempatan ini kami juga menyetujui bahwa kegiatan yang berkaitan dengan pasar murah, untuk melakukan intervensi kalau memang kemudian ada gejolak di pasar, kami setujui untuk bisa dilakukan di Jakarta," jelas Gubernur.

Meski secara umum stok dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan Ramadan, Idul Fitri, hingga hari besar lainnya, Pemerintah DKI tidak lengah. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa komoditas seperti minyak goreng dan cabai kerap menjadi penyumbang inflasi. Terhadap dua barang ini, kewaspadaan ditingkatkan.

"Yang utama minyak sama cabai. Dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan. Tapi kali ini kami juga mempersiapkan untuk itu, termasuk kegiatan menanam cabai akan kami galakkan," ungkap Pramono, menyiratkan upaya jangka pendek dan panjang sekaligus.

Dengan serangkaian langkah tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Harapannya, aktivitas ekonomi dan ibadah selama bulan suci dapat berjalan lancar tanpa dibayangi kekhawatiran atas kelangkaan atau harga yang melambung tinggi.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar