Industri halal di Indonesia makin kuat aja nih. Kuncinya? Teknologi digital. Sekarang, ngurus sertifikasi, ngecek rantai pasok, sampai jualan produk halal, semua bisa lewat online. Memang, peran teknologi udah nggak bisa dipisahkan lagi buat dorong ekonomi syariah.
Nah, sebenarnya apa aja sih sumbangsih konkret digitalisasi buat sektor ini? Berikut ulasannya, dirangkum dari berbagai sumber.
Pendaftaran Sertifikasi Jadi Lebih Gampang
Dulu ngurus sertifikat halal itu ribet, harus bolak-balik ke kantor. Sekarang, semuanya serba digital. Lewat situs ptsp.halal.go.id, pelaku usaha bisa bikin akun, isi data produk, ikut sidang fatwa, sampai terima sertifikat elektronik, semua dari depan layar. Prosesnya jadi lebih efisien dan jelas nggak makan waktu lama.
Rantai Pasok Transparan Berkat Blockchain
Soal jaminan kehalalan, teknologi blockchain jawabannya. Dengan sistem ini, jejak suatu bahan baku bisa dilacak dengan akurat. Konsumen punya kuasa untuk tahu asal-usul produk secara real time. Misal, beli daging sapi. Kita bisa telusuri peternakannya di mana, dipotong di rumah potong mana, bahkan sampai proses pengirimannya seperti apa. Transparansi kayak gini yang bikin konsumen tenang dan percaya.
Gempuran Pemasaran Digital
Jualan produk halal sekarang ya lewat dunia digital. Entah itu lewat marketplace, media sosial, atau aplikasi khusus. Jangkauannya jadi luas banget, nggak cuma lokal tapi bisa tembus pasar global. Yang menarik, biayanya relatif lebih terjangkau ketimbang pemasaran konvensional. Brand awareness bisa dibangun, penjualan pun ikut naik.
(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Keuangan Syariah Makin Solid
Di sisi lain, digitalisasi juga memperkuat tulang punggung ekosistemnya, yaitu keuangan syariah. Hadirnya fintech syariah, digitalisasi zakat, dan sistem pembayaran digital bikin napas usaha, terutama UMKM, jadi lebih lega. Akses pembiayaan jadi lebih gampang dan fleksibel, nggak seribet lewat bank konvensional. Ini bikin usaha halal makin lincah bergerak.
Paham Konsumen, Inovasi Melesat
Terakhir, peran Artificial Intelligence (AI) dan Big Data nggak kalah krusial. Teknologi ini bantu pelaku industri membaca tren, menganalisis perilaku konsumen dengan mendalam, dan akhirnya menciptakan inovasi produk yang tepat sasaran. Jadi, produk yang diluncurkan bukan cuma asal jadi, tapi benar-benar menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
Jadi itulah lima peran digitalisasi yang bikin industri halal kita makin kece. Dengan memanfaatkannya secara bijak, bukan cuma untung yang didapat, tapi juga peluang untuk go international. (Surya Mahmuda)
Artikel Terkait
DPR Setujui Hibah Jepang Rp200 Miliar untuk Kapal Patroli RI
TNI Siapkan Personel Berpengalaman untuk Misi Perdamaian di Gaza
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Sebabkan Sungai Jaletreng Tercemar, Ikan Mati
Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Peringkat Turun ke Posisi 109 Dunia