"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain," tutur Prabowo dalam sambutannya.
Presiden juga menyebut bahwa gedung yang rencananya akan bertingkat tinggi itu dapat dimanfaatkan oleh organisasi kemasyarakatan Islam yang membutuhkan ruang kantor. "Termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan, kita akan bangun gedung. Terserah Menteri Agama, berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 lantai," ujarnya.
Lokasi dan Konfirmasi dari Pihak MUI
Lokasi spesifik yang dimaksud pun telah dikonfirmasi oleh salah satu pengurus MUI. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa gedung yang disiapkan tersebut memang merupakan bekas Kedutaan Besar Inggris, yang letaknya sangat strategis di jantung ibu kota.
"Gedung yang mau difungsikan untuk gedung umat adalah gedung yang dulunya Kedutaan Besar Inggris. Di samping Jalan Thamrin itu, di samping Hotel Grand Hyatt," ungkap Nusron di Masjid Istiqlal.
Dengan demikian, meski niatnya telah diumumkan dari level tertinggi negara, implementasinya masih menunggu proses diskusi teknis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dengan pertimbangan utama pada aspek pelestarian warisan budaya.
Artikel Terkait
Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi
Teras Balongan Jadi Pusat Oleh-Oleh Khas Pesisir untuk Pemudik Indramayu
Mulai Berlaku, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Buka Media Sosial
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS