Layanan Kesehatan Tetap Jalan, Meski Status BPJS Warga Nonaktif
Puskesmas Pembantu di Serdang, Jakarta Pusat, ramai seperti biasa pada Selasa siang itu. Di tengah keriuhan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pesan penting: layanan kesehatan untuk warga tidak akan dikurangi. Ini disampaikannya menanggapi keputusan pemerintah pusat yang menonaktifkan sekitar 270 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan BPJS per 1 Februari 2026.
"Dengan keputusan Menteri Sosial itu, di Jakarta kurang lebih 270 ribu peserta yang terdampak," ujar Pramono.
Namun begitu, ia menegaskan komitmen Pemprov DKI. "Tetapi Pemerintah Jakarta tetap harus hadir. Pelayanan tidak boleh berkurang," tegasnya.
Intinya, warga yang terdampak tak perlu khawatir. Pramono menyebut Jakarta punya cadangan pembiayaan. Skemanya melalui segmen PBPU-BP Pemda, yang ditujukan untuk peserta bukan penerima upah yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.
"Jadi siapapun yang misalnya belum teraktivasi, Jakarta akan memberikan pelayanan yang sama," jelasnya. Ruang anggaran itu akan digunakan untuk menutupi kekosongan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 28 Maret 2026 di Surabaya: Imsak Pukul 04.08 WIB
Oknum Ustaz di Karawang Diamankan Usai Dihajar Massa karena Selingkuh
KAI Garap Peremajaan Permukiman Bantaran Rel Senen Usai Instruksi Presiden
BPBD Aceh Besar Larang Bakar Sampah dan Lahan di Tengah Suhu Mencapai 34 Derajat