"Tapi, beberapa dari mereka sama sekali belum menerima gaji itu. Kalau pun dibayar, dilakukan secara tunai oleh perusahaan," jelas Nurul Azizah.
Kehidupan mereka serba terbatas. Meski dapat tempat tinggal dan makan, mereka tidak diizinkan keluar dari gedung tempat tinggal dan bekerja. Lokasinya dijaga ketat, mirip seperti dalam kurungan.
Mereka umumnya sudah bekerja dalam kurun waktu 2 bulan hingga satu setengah tahun. Saat ini, kondisi 249 WNI tersebut sudah sehat dan telah kembali ke Indonesia. Tiga di antaranya bahkan bersedia melapor ke Polda Sumut untuk mengungkap kasus ini lebih jauh.
Namun begitu, proses pemulangan ini tidak mudah. Banyak dari mereka pulang tanpa bukti pendukung sama sekali. HP dan dokumen perjalanan mereka disita. Dari data yang ada, 91 orang berasal dari Myawaddy, Myanmar, yang dievakuasi sejak November dan Desember 2025. Sementara 36 orang lainnya berasal dari Phnom Penh, Kamboja, yang baru dipulangkan pada Januari 2026.
Informasi lengkap seputar kasus ini bisa disimak dalam program detikPagi edisi Selasa (10/2/2026). Acara ini tayang live setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB. Selain menyimak, pemirsa juga bisa berinteraksi dan mengajukan pertanyaan langsung melalui live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
Artikel Terkait
Jadwal Salat 28 Maret 2026 di Surabaya: Imsak Pukul 04.08 WIB
Oknum Ustaz di Karawang Diamankan Usai Dihajar Massa karena Selingkuh
KAI Garap Peremajaan Permukiman Bantaran Rel Senen Usai Instruksi Presiden
BPBD Aceh Besar Larang Bakar Sampah dan Lahan di Tengah Suhu Mencapai 34 Derajat