Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR, menegaskan makna strategis dari proyek ini. "Pembangunan jembatan gantung Koto Rawang diharapkan menjadi simbol kehadiran negara, sekaligus penegasan bahwa keselamatan warga adalah prioritas, dan tragedi serupa tidak boleh terjadi lagi," ujarnya.
Spesifikasi dan Target Penyelesaian
Dari sisi teknis, progres fisik pembangunan telah mencapai 21%. Jembatan yang dirancang lebih kokoh ini memiliki bentang 40 meter dengan ketinggian yang dinaikkan 1,5 meter dari struktur sebelumnya. Desain ini merupakan antisipasi terhadap potensi air pasang atau banjir bandang yang kerap melanda kawasan tersebut. Dengan anggaran yang telah disiapkan, target penyelesaian ditetapkan pada Agustus 2026.
Dalam pesannya kepada Wali Nagari Koto Rawang Derijol, Andre Rosiade menyampaikan harapan sekaligus ajakan untuk menjaga aset publik ini. "Saya berharap kalau jembatan ini sudah selesai, mohon dijaga bersama. Mencari anggarannya tidak mudah. Inilah komitmen pemerintah Presiden Prabowo untuk memperhatikan pembangunan di Pesisir Selatan," tuturnya.
Peninjauan lapangan semacam ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk memastikan akuntabilitas dan kualitas pekerjaan. Kehadiran langsung memberikan ruang bagi umpan balik dari masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kebijakan, sekaligus memastikan bahwa janji pembangunan benar-benar terwujud di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Seri Penutup Juga Bergeser
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026