MURIANETWORK.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan langkah antisipasi penyebaran penyakit hewan ternak yang berpotensi mengancam stabilitas pasokan pangan nasional. Peningkatan kewaspadaan ini difokuskan untuk menyambut periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, saat lalu lintas dan permintaan hewan ternak biasanya meningkat signifikan. Upaya pengendalian yang terpadu dan berbasis deteksi dini diharapkan dapat mencegah kerugian ekonomi serta menjamin keamanan produk hewan bagi masyarakat.
Fokus pada Pencegahan dan Respons Cepat
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa pengalaman menangani wabah penyakit hewan di masa lalu memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan yang terencana dan menyeluruh.
“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Jika ada kasus, harus cepat ditemukan dan segera dikendalikan agar tidak meluas,” tegas Agung.
Menurutnya, keberhasilan strategi ini tidak semata-mata bergantung pada besaran anggaran, melainkan pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Kedisiplinan dalam program vaksinasi dan penerapan biosekuriti yang ketat oleh semua pemangku kepentingan menjadi kunci penentu.
Dukungan Anggaran dan Pengelolaan yang Bertanggung Jawab
Pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk tahun 2026, termasuk mengalokasikan vaksin, obat-obatan, dan sarana pendukung lainnya. Perhatian serius juga datang dari Komisi IV DPR RI, yang secara khusus melakukan kunjungan kerja untuk membahas pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
“Alhamdulillah, respons Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI sangat luar biasa dan siap mendukung anggaran yang dibutuhkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk pengendalian PHMS,” ungkap Agung.
Meski mendapat dukungan politik dan anggaran, Agung menekankan pentingnya pengelolaan yang hati-hati dan akuntabel. Setiap rupiah yang dialokasikan, meski diakui relatif terbatas, harus memiliki kejelasan manfaat dan sasaran. Untuk tahun depan, alokasi vaksin dan sarana pendukung dipersiapkan mencapai sekitar 5,6 juta dosis.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Disertai Kilat di Jabodetabek Hari Ini
Pemuda di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Gara-gara Tak Diberi Uang Rp20 Ribu
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
TNI Serahkan Jabatan Kabais Terkait Kasus Penyegelan Aktivis KontraS