Memperkuat Garda Terdepan Deteksi Dini
Selain vaksinasi, kesiapan infrastruktur laboratorium veteriner mendapat sorotan khusus. Agung meminta seluruh balai veteriner untuk memastikan ketersediaan reagen dan alat diagnostik dalam kondisi prima. Kesiapan teknis ini dinilai krusial untuk menghindari keterlambatan diagnosis yang dapat berakibat pada meluasnya suatu wabah.
“Jangan sampai ketika muncul kasus kita tidak siap melakukan deteksi. Kesiapan teknis ini menentukan cepat atau lambatnya respons kita,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pesan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, agar tidak ada penyakit hewan yang mengganggu fokus pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Jaminan Stabilitas Pasokan dan Harga
Agung menegaskan bahwa pengendalian PHMS memiliki dampak langsung yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis seperti daging, susu, dan telur. Penanganan kasus yang cepat dan tepat penting untuk mencegah gangguan pada rantai pasok.
“Jika terjadi kasus, harus segera ditangani agar tidak mengganggu pasokan pangan. Menjelang HBKN, harga pangan strategis juga harus dijaga, termasuk harga sapi siap potong Rp55.000 per kilogram berat hidup di tingkat peternak,” katanya.
Dengan langkah-langkah komprehensif ini, pemerintah berupaya membangun perisai yang kuat untuk melindungi sektor peternakan nasional dari ancaman wabah, sekaligus menjamin ketersediaan pangan asal hewan yang aman dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Disertai Kilat di Jabodetabek Hari Ini
Pemuda di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Gara-gara Tak Diberi Uang Rp20 Ribu
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
TNI Serahkan Jabatan Kabais Terkait Kasus Penyegelan Aktivis KontraS