Soal ini, Prabowo bersikap keras. Peringatannya jelas: pemerintahannya tak akan main-main.
"Kita tidak boleh ragu-ragu," tegasnya. "Saya dan pemerintah yang sebegini tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, manipulasi, penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur setapak pun."
Nada suaranya tegas, meninggalkan kesan bahwa peringatan itu bukan sekadar retorika panggung.
Di sisi lain, pidato itu juga diwarnai oleh nuansa spiritual. Prabowo menekankan bahwa pengabdiannya kepada rakyat adalah wujud kesetiaan di hadapan Tuhan. Ia lalu mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu, merapatkan barisan. Tujuannya satu: menghapus kemiskinan dari bumi Indonesia. Caranya? Dengan keberanian dan, tentu saja, pengelolaan sumber daya yang benar dan bersih.
Ajakan itu seperti penutup dari sebuah pidato yang padat. Menggabungkan tekad politik, peringatan keras, dan seruan untuk bergerak bersama. Suasana di Stadion Gajayana pun seakan menyimpan harapan baru usai kata-katanya berakhir.
Artikel Terkait
Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal, Penyebab Masih Diselidiki
Pertamina Siapkan 19 Titik Serambi MyPertamina Mini di Destinasi Wisata untuk Mudik Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei
Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak