Banjir Susulan Guyur Aceh Timur, Warga Mengungsi untuk Kedua Kalinya

- Minggu, 07 Desember 2025 | 11:45 WIB
Banjir Susulan Guyur Aceh Timur, Warga Mengungsi untuk Kedua Kalinya

Hujan yang tak henti sejak Sabtu malam kembali memicu kepanikan di Aceh Timur. Warga di dua desa, Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, terpaksa mengungsi untuk kedua kalinya dalam hitungan pekan. Mereka baru saja selesai membersihkan rumah dari lumpur banjir sebelumnya.

Afifullah, Kepala Pelaksana BPBD setempat, mengonfirmasi kejadian ini. Menurutnya, saluran air dan sungai di wilayah itu sudah tak sanggup lagi menampung derasnya curah hujan.

"Banjir di dua desa ini merupakan banjir susulan setelah warga sempat membersihkan rumah mereka. Namun karena hujan terus mengguyur, air kembali naik," jelas Afifullah.

Narasi warga punya alasan kuat. Trauma kejadian Rabu, 26 November lalu masih membekas. Saat itu, air datang tiba-tiba dan menjebak beberapa orang di dalam rumah mereka sendiri. Kekhawatiran serupa terulang membuat mereka memilih pergi lebih awal.

"Warga memilih mengungsi lagi karena takut kejadian seperti kemarin terulang, di mana air naik dengan cepat dan sempat menjebak sebagian warga di dalam rumah," tambah Afifullah.

Di sisi lain, situasi di lapangan masih dinamis. Tim BPBD terus berjaga, memantau titik-titik rawan. Mereka sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan. Pesannya jelas: warga di zona genangan harus siap siaga. Jika air mulai naik, segeralah cari tempat yang lebih aman.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih berpotensi mengguyur wilayah tersebut. Afifullah mengingatkan agar kewaspadaan tidak boleh kendur. Sementara itu, pendataan dampak banjir susulan berapa rumah terendam, berapa jiwa mengungsi masih terus dilakukan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar