"Warga memilih mengungsi lagi karena takut kejadian seperti kemarin terulang, di mana air naik dengan cepat dan sempat menjebak sebagian warga di dalam rumah," tambah Afifullah.
Di sisi lain, situasi di lapangan masih dinamis. Tim BPBD terus berjaga, memantau titik-titik rawan. Mereka sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan. Pesannya jelas: warga di zona genangan harus siap siaga. Jika air mulai naik, segeralah cari tempat yang lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih berpotensi mengguyur wilayah tersebut. Afifullah mengingatkan agar kewaspadaan tidak boleh kendur. Sementara itu, pendataan dampak banjir susulan berapa rumah terendam, berapa jiwa mengungsi masih terus dilakukan.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Empat Personel TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Menteri Parekraf Apresiasi Banten Creative Fest, Soroti Anggaran Rp10 Triliun untuk Ekraf
Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari CCTV, Tegaskan Bukan Buatan AI
Polisi Depok Amankan 13 Pelaku dan 4.066 Butir Tramadol dalam Operasi Maret 2026