Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Cirebon pada Jumat lalu ternyata membawa dampak serius. Empat desa di dua kecamatan berbeda terendam banjir, menggenangi rumah ratusan keluarga. Menurut data yang dihimpun, sedikitnya 770 Kepala Keluarga atau sekitar 920 jiwa harus berhadapan dengan genangan air yang tiba-tiba datang.
Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari sepergelangan kaki hingga setinggi orang dewasa. Di titik terparah, air mencapai satu setengah meter. Tak cuma rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, tempat ibadah, dan warung-warung ikut terendam. Situasinya cukup kacau.
Menurut Hadi Eko, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, luapan air itu berasal dari Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik. Air mulai memasuki permukiman warga dengan cepat, terutama di Kecamatan Kedawung dan Gunungjati.
Dia menjelaskan penyebabnya lebih lanjut.
Artikel Terkait
Petir Tewaskan Satu Wisatawan dan Lukai Sembilan Orang di Pantai Lumajang
Presiden Prabowo Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Takaichi di Tokyo
SBY Kenang Juwono Sudarsono sebagai Pemikir Cemerlang di Balik Reformasi TNI
Tiga Mantan Anggota OPM di Sinak Kembali dan Sumpah Setia kepada NKRI