Ingat saja musim panas tahun lalu, di provinsi Herat. Sebuah bus yang membawa para migran pulang dari Iran terlibat kecelakaan maut. Tabrakan dengan sepeda motor dan sebuah truk itu merenggut 78 nyawa, lebih dari selusin di antaranya adalah anak-anak. Itu salah satu kecelakaan paling mematikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
"Akibat kelalaian pengemudi,"
begitu penjelasan singkat dari para pejabat waktu itu. Sebuah pernyataan yang, sayangnya, tak pernah cukup untuk mengembalikan puluhan nyawa yang melayang.
Artikel Terkait
Debt Collector di Bali Diamankan Usai Kroyok dan Rusak Mobil Pengendara
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Laut di Timur Laut Konawe
Menteri Keuangan Sebut Birokrasi BUMN Hambat Akuisisi PNM
Pengacara Abdul Wahid Ajukan Permohonan Tahanan Rumah di Sidang Pemerasan