Lembaga Adat Melayu Riau Kecam Keras Perburuan Liar yang Tewaskan Gajah Sumatera di Pelalawan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:25 WIB
Lembaga Adat Melayu Riau Kecam Keras Perburuan Liar yang Tewaskan Gajah Sumatera di Pelalawan

Dukungan Penuh untuk Penegakan Hukum

Merespons kasus ini, LAMR menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya Polda Riau dalam mengusut tuntas jaringan perburuan liar. Lembaga adat ini melihat komitmen kepolisian melalui pendekatan Green Policing sejalan dengan semangat menjaga alam berdasarkan nilai adat.

"Upaya yang dilakukan Polda Riau sejalan dengan nilai adat Melayu. Penjagaan alam harus dilakukan secara tegas, adil, dan berkelanjutan," jelas Marjohan.

LAMR berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh hingga semua pelaku dan dalang di balik perburuan ini dapat diungkap dan dihukum setimpal.

Kondisi Memilukan dan Respons Aparat

Gajah Sumatera jantan itu ditemukan dalam keadaan yang memilukan. Tubuhnya sudah mulai membusuk, dengan luka tembak di kepala. Bagian vital seperti mata, dahi, belalai, dan kedua gadingnya hilang, menguatkan dugaan kuat adanya motif perburuan ilegal. Temuan ini langsung mendapat perhatian khusus dari pimpinan Polda Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau proses penyelidikan. Ia menginstruksikan agar tim penyidik menggunakan metode scientific crime investigation guna mengungkap setiap detail kejadian dan mengusut tuntas kasus pembunuhan satwa langka yang dilindungi ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar