Lebih dari selusin orang terluka sepanjang hari ini akibat serangan roket dari Iran. Menanggapi hal itu, militer Israel bersikukuh akan terus menggempur kemampuan Iran dalam membuat dan meluncurkan rudal. Mereka bahkan berjanji akan memburu para tentara hingga komandan di jajaran rudal Iran.
Di sisi lain, situasi di perbatasan utara juga memanas. Seorang wanita dilaporkan tewas di Israel utara setelah serangan roket yang diluncurkan dari Lebanon. Wilayah itu adalah medan tempur pasukan Israel melawan kelompok Hizbullah, yang diketahui didukung oleh Iran. Menurut keterangan militer, sejak tengah malam hingga Selasa malam, setidaknya sudah 12 kali peringatan dini tentang rudal Iran yang dikeluarkan.
Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, memberikan pengarahan yang disiarkan televisi pada Selasa malam.
"Dalam 24 jam terakhir, kami telah melancarkan beberapa gelombang serangan di seluruh Iran," ujarnya.
"Target kami adalah pusat komando, lokasi peluncuran, dan fasilitas produksi rudal rezim. Intinya, kami menyerang setiap mata rantai mulai dari pabrik pembuatannya, peluncurnya, hingga rudal itu sendiri," tambah Defrin.
Menurutnya, ada perubahan pola serangan Iran. Jumlah peluncuran rudal harian mereka kini turun jadi rata-rata sepuluh saja. Namun begitu, Iran tampaknya mengumpulkan tenaga untuk kemudian menembakkan rudal dalam skala besar setiap beberapa hari sekali, dengan sasaran utama pusat-pusat populasi.
"Kami sudah siaga untuk menghadapi ini. Dan kami akan terus memburu, melenyapkan tentara dan komandan dari jajaran rudal tersebut," tegasnya.
Tak lama setelah pernyataan itu, situasi darurat terjadi di lapangan. Layanan medis Magen David Adom (MDA) melaporkan, tim mereka sedang mengevakuasi sembilan orang dari daerah Bnei Brak, di Israel tengah, ke rumah sakit. Mereka menjadi korban serangan rudal Iran.
Kondisi para korban beragam. Seorang pria 23 tahun mengalami luka sedang akibat pecahan peluru. Delapan lainnya, termasuk enam anak-anak, hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, di Givat Shmuel yang letaknya berdekatan, tiga orang juga dilarikan dengan luka ringan akibat ledakan.
Artikel Terkait
Bitcoin Ambrol ke Bawah 75 Ribu Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Arus Keluar Dana Institusional
Ed Sheeran Kembali Jadi Artis Paling Banyak Diputar di Inggris Sepanjang 2025
Lurah di Pangkep Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Ngaku Bahas Urusan Kantor
Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza