Lebih dari selusin orang terluka sepanjang hari ini akibat serangan roket dari Iran. Menanggapi hal itu, militer Israel bersikukuh akan terus menggempur kemampuan Iran dalam membuat dan meluncurkan rudal. Mereka bahkan berjanji akan memburu para tentara hingga komandan di jajaran rudal Iran.
Di sisi lain, situasi di perbatasan utara juga memanas. Seorang wanita dilaporkan tewas di Israel utara setelah serangan roket yang diluncurkan dari Lebanon. Wilayah itu adalah medan tempur pasukan Israel melawan kelompok Hizbullah, yang diketahui didukung oleh Iran. Menurut keterangan militer, sejak tengah malam hingga Selasa malam, setidaknya sudah 12 kali peringatan dini tentang rudal Iran yang dikeluarkan.
Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, memberikan pengarahan yang disiarkan televisi pada Selasa malam.
"Dalam 24 jam terakhir, kami telah melancarkan beberapa gelombang serangan di seluruh Iran," ujarnya.
"Target kami adalah pusat komando, lokasi peluncuran, dan fasilitas produksi rudal rezim. Intinya, kami menyerang setiap mata rantai mulai dari pabrik pembuatannya, peluncurnya, hingga rudal itu sendiri," tambah Defrin.
Artikel Terkait
Jumat Agung dan Paskah 2026 Jatuh Awal April, Siapkan Long Weekend
AS Siap Kerahkan Ribuan Pasukan Elite ke Timur Tengah untuk Operasi Melawan Iran
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, 6 di Antaranya Pengungsi Palestina
Damkar Tanjung Uban Peringatkan Bahaya Karhutla di Musim Angin Kencang