MURIANETWORK.COM - Pemerintah Prancis dan Kanada secara resmi membuka kantor konsulat di Nuuk, ibu kota Greenland, pada Jumat (6/2) waktu setempat. Langkah diplomatik ini, selain untuk mempererat hubungan bilateral, juga dipandang sebagai sinyal politik yang menegaskan dukungan terhadap otonomi Greenland dan penolakan terhadap klaim teritorial dari pihak lain, termasuk rencana yang pernah diutarakan mantan Presiden AS Donald Trump.
Dukungan Nyata untuk Otonomi Greenland
Pembukaan konsulat ini bukan sekadar formalitas administratif. Di baliknya, tersirat komitmen untuk mendukung posisi politik dan aspirasi masyarakat Greenland. Kedua negara tampak ingin menegaskan bahwa masa depan wilayah otonomi Denmark itu harus ditentukan oleh kepentingan penduduk lokal dan dalam kerangka kerja sama internasional yang saling menghormati.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menekankan pentingnya momen ini. "Ini adalah hari yang sangat penting bagi kita sebagai sebuah negara, karena kita membuka konsulat kita di Nuuk, Greenland," ujarnya.
Artikel Terkait
Program Mudik ke Jakarta Raup Rp21 Triliun, Diprediksi Tembus Rp25 Triliun
Arus Balik Lebaran 2026 Mereda, 58 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jakarta
Kapolda Sumsel Apresiasi Pengamanan Lebaran, Waspadai Ancaman Karhutla di Musim Kemarau
Ketua DPRD DKI Tinjau Ragunan, Pastikan Akses Mudah dan Usul Harga Tiket Tak Naik