Sebagai pengingat, New START atau "Strategic Arms Reduction Treaty" ini punya sejarah panjang. Ditandatangani tahun 2010 oleh Barack Obama dan Dmitry Medvedev, perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir serta rudal balistik antarbenua yang boleh dimiliki kedua negara. Masa berlaku awalnya sepuluh tahun.
Lalu, di tahun 2021, perjanjian sempat diperpanjang lima tahun oleh Joe Biden dan Vladimir Putin. Nah, tahun lalu, Rusia sebenarnya sudah mengajukan opsi perpanjangan satu tahun. Trump sendiri waktu itu bilang tawaran itu "terdengar seperti ide yang bagus".
Tapi sayangnya, dari Kremlin tidak pernah datang jawaban resmi dari Washington. Negosiasi mandek. Dan akhirnya, tanpa kepastian, perjanjian penting itu pun kedaluwarsa.
Sekarang, bola ada di pengadilan Trump dan Putin. Apakah mereka bisa merajut kesepakatan baru yang lebih kokoh, atau dunia harus menghadapi era baru ketidakpastian nuklir? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Kembangan Hangus Terbakar Usai Pemiliknya Pulang Mudik
Ledakan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Satu Orang Terluka
Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek