Pemilihan Kawasan Banten Lama sebagai lokasi aksi memiliki dimensi strategis yang dalam. Kapolda Hengki menjelaskan bahwa nilai historis, religius, dan budaya yang melekat pada kawasan tersebut justru memperkuat pesan gerakan ini. Menjaga kebersihannya dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus implementasi kebijakan publik yang nyata.
"Kawasan Banten Lama memiliki nilai historis, religius, dan budaya yang sangat tinggi. Menjaga kebersihan dan keasriannya bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga implementasi kebijakan nasional dalam menciptakan ruang publik yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat," jelasnya.
Mendorong Perubahan dari Kebiasaan Sehari-hari
Lebih dari sekadar aksi serentak, Gerakan Indonesia Asri diharapkan mampu menumbuhkan budaya baru di tengah masyarakat. Kapolda Hengki mengapresiasi semua pihak yang terlibat dan menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang terletak pada konsistensi setiap individu. Pesannya jelas: gerakan ini harus turun ke tingkat paling praktis dalam keseharian.
"Saya mengajak seluruh peserta apel dan masyarakat untuk menjadikan Gerakan Indonesia Asri sebagai perilaku nyata, mulai dari mengelola sampah, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama demi mewujudkan Banten yang aman, sehat, resik, dan indah serta masyarakat yang sejahtera," tutupnya.
Dengan demikian, aksi di Banten Lama ini bukan titik akhir, melainkan sebuah permulaan. Keberlanjutan gerakan, yang digaungkan dari lokasi bersejarah, kini menjadi tantangan bersama untuk diwujudkan dalam tindakan-tindakan kecil yang berdampak besar.
Artikel Terkait
Kemhan dan TNI Efisiensi Penggunaan BBM untuk Alutsista dan Kendaraan Dinas
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Urusan Negara dalam Sidang Majelis Rakyat
Rekayasa Lalu Lintas One Way Berlaku di Tol Batang-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Balik
Kemenhub Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Arus Balik Lebaran 2026