Perbaikan Tambal Sulam dan Harapan Warga
Di sisi lain, warga lain bernama Asep (43) mengakui bahwa telah ada upaya perbaikan. Jumlah lubang di lokasi tersebut disebutnya sudah berkurang setelah petugas melakukan penambalan sekitar tiga hari sebelumnya.
"Udah ditambal kemarin. Ya udah 3 hari ini deh. Kayaknya (lubang) udah agak berkurang. Iya udah mendingan sih nggak begitu kayak parah, yang ke sono-sono juga udah mendingan lubangnya," jelas Asep.
Meski demikian, Asep menyayangkan metode perbaikan yang terkesan sekadar tambal sulam. Ia berharap adanya perbaikan yang lebih menyeluruh dan maksimal untuk menjamin keamanan semua pengendara.
"Ya diperbaikin dah, dibagusin. Kasihan kendaraan roda dua. Apalagi kalau lagi hujan tuh kayak gitu tuh kan licin tuh. Tuh yang gajluk-gajlukan itu," imbuhnya, menggambarkan potensi bahaya saat hujan turun.
Keluhan dari lapangan ini menyoroti tantangan pemeliharaan infrastruktur jalan di tengah perbedaan struktur material dan beban kendaraan yang terus meningkat. Keberadaan lubang, meski terlihat kecil, berpotensi menjadi sumber kecelakaan jika tidak ditangani secara tuntas.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Mantan Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Tunggu Keputusan Kembali ke Rutan
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur