MURIANETWORK.COM - Sejumlah lubang kembali muncul di permukaan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, memicu keluhan warga dan pengguna jalan. Kerusakan jalan yang tampak di beberapa titik ini terjadi meski sebelumnya telah dilakukan penambalan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Kondisi Lapangan: Lubang dan Genangan Air
Pada Kamis (5/2/2026), pantauan di lokasi menunjukkan beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan. Lubang-lubang yang terbentuk tidak berukuran besar atau terlalu dalam, namun kondisi diperparah dengan adanya genangan air di dalamnya. Permukaan jalan di sekitarnya tampak tidak rata, dengan bekas-bekas tambalan aspal masih terlihat jelas, mengisyaratkan bahwa masalah ini bersifat berulang.
Dugaan Warga: Akar Permasalahan Struktur Jalan
Beberapa warga yang kerap melintas di ruas jalan itu memiliki analisis tersendiri mengenai penyebab kerusakan. Dado (43), salah seorang warga, menduga masalah ini berawal dari pembangunan jalur khusus TransJakarta. Menurut pengamatannya, perbedaan material antara jalur biasa dan jalur bus menjadi pemicu utama.
"Dulu mah sebelum ada jalanan busway mah aman-aman aja, pas ada busway kan dia coran, sini aspal ya kalah jauhlah," tuturnya.
Dado melanjutkan, "Iya kalau cor kan cor semua jadi seimbang. Jadi karena yang satunya aspal, yang satunya cor jadinya kalau kena air kan jadi begini (berlubang)."
Perbaikan Tambal Sulam dan Harapan Warga
Di sisi lain, warga lain bernama Asep (43) mengakui bahwa telah ada upaya perbaikan. Jumlah lubang di lokasi tersebut disebutnya sudah berkurang setelah petugas melakukan penambalan sekitar tiga hari sebelumnya.
"Udah ditambal kemarin. Ya udah 3 hari ini deh. Kayaknya (lubang) udah agak berkurang. Iya udah mendingan sih nggak begitu kayak parah, yang ke sono-sono juga udah mendingan lubangnya," jelas Asep.
Meski demikian, Asep menyayangkan metode perbaikan yang terkesan sekadar tambal sulam. Ia berharap adanya perbaikan yang lebih menyeluruh dan maksimal untuk menjamin keamanan semua pengendara.
"Ya diperbaikin dah, dibagusin. Kasihan kendaraan roda dua. Apalagi kalau lagi hujan tuh kayak gitu tuh kan licin tuh. Tuh yang gajluk-gajlukan itu," imbuhnya, menggambarkan potensi bahaya saat hujan turun.
Keluhan dari lapangan ini menyoroti tantangan pemeliharaan infrastruktur jalan di tengah perbedaan struktur material dan beban kendaraan yang terus meningkat. Keberadaan lubang, meski terlihat kecil, berpotensi menjadi sumber kecelakaan jika tidak ditangani secara tuntas.
Artikel Terkait
Kepala KPP Banjarmasin Ditahan KPK Usai OTT, Akui Terima Janji Suap
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Bea Cukai, Bukti Rp40,5 Miliar Disita
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Impor, Barang Bukti Capai Rp40,5 Miliar
Kejati Jatim Geledah Kebun Binatang Surabaya Terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2013-2024