BNN Sita 29 Bungkus Sabu dalam Penggerebekan di Bukittinggi

- Kamis, 05 Februari 2026 | 13:00 WIB
BNN Sita 29 Bungkus Sabu dalam Penggerebekan di Bukittinggi

MURIANETWORK.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat. Operasi yang digelar akhir Januari 2026 ini berhasil menyita puluhan bungkus sabu dari tangan seorang tersangka, menandai kemenangan lain dalam upaya penegakan hukum di daerah tersebut.

Operasi Penggerebekan dan Barang Bukti yang Disita

Dalam operasi yang digelar pada 30 Januari 2026, tim gabungan BNN melakukan penyergapan di lokasi yang telah dipantau sebelumnya. Hasilnya, sebanyak 29 bungkus sabu berhasil diamankan. Barang bukti tersebut terdiri dari dua jenis kemasan yang berbeda.

Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, menjelaskan rincian temuan tersebut. "Kami mengamankan 24 bungkus plastik sedang bening diduga berisikan narkotika jenis sabu. Kemudian lima bungkus besar narkotika diduga jenis sabu yang dibungkus dengan plastik berwarna hitam dengan merek durian," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/1/2026).

Proses Penyidikan yang Melandasi Pengungkapan

Keberhasilan operasi ini bukanlah tindakan instan, melainkan puncak dari proses penyelidikan yang cermat dan berkelanjutan. Awalnya, Tim Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumatera Barat bersama Direktorat Intelijen BNN menerima laporan mengenai aktivitas mencurigakan terkait peredaran sabu di kota itu.

Berdasarkan informasi awal itu, tim kemudian melakukan pengamatan lapangan secara intensif. "Tanggal 30 Januari 2026 Tim Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumbar melakukan penyelidikan serta pengamatan dan penggambaran dan profiling di sekitar rumah target operasi hingga berhasil diperoleh denah rumah target operasi serta keberadaan barang bukti narkotika," jelas Suyudi.

Profilisasi dan pemetaan lokasi yang detail inilah yang memungkinkan tim bergerak dengan presisi tinggi, meminimalisir risiko dan memastikan barang bukti dapat diamankan secara utuh. Pengungkapan kasus ini kembali mengingatkan akan modus operandi yang terus berubah, sekaligus menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons ancaman narkoba di tengah masyarakat.

Komentar