Riset Ungkap Alasan di Balik Dorongan Belanja Saat Menjelang Haid

- Minggu, 25 Januari 2026 | 18:54 WIB
Riset Ungkap Alasan di Balik Dorongan Belanja Saat Menjelang Haid

Pernah nggak sih, tiba-tiba pengin beli ini-itu pas lagi haid? Rasanya sulit banget nahan keinginan itu. Nah, ternyata ada penjelasan ilmiahnya, dan ini bukan cuma perasaan semata.

Semuanya berawal dari sebuah riset di Inggris. Para ahli psikologi dari University of Hertfordshire melakukan studi bertajuk "The Menstrual Cycle and Female Economic Behaviour". Mereka penasaran, apakah ada hubungan antara siklus bulanan perempuan dengan kebiasaan belanjanya.

Caranya? Mereka melibatkan 443 perempuan berusia 18 sampai 50 tahun. Para partisipan diminta mencatat kebiasaan belanja mereka selama seminggu, sekaligus melaporkan fase menstruasi yang sedang mereka jalani.

Hasilnya cukup mengejutkan. Perempuan yang berada di fase luteal atau periode menjelang menstruasi ternyata punya kecenderungan unik. Pengeluaran mereka lebih besar, kontrol diri untuk berbelanja melemah, dan perilaku belanja impulsif pun meningkat. Yang menarik, di fase ini juga sering muncul penyesalan usai belanja, atau yang biasa kita sebut buyer's remorse.

Hormon yang Bikin 'Kalap'

Lalu, apa penyebabnya? Ternyata, ini berkaitan erat dengan perubahan hormon ovarium. Hormon-hormon ini mempengaruhi bagian otak yang mengatur emosi dan pengendalian diri. Jadinya, sinyal untuk 'berhenti belanja' jadi agak terganggu.

Dr. Adrian Furnham, psikolog sekaligus peneliti utama studi ini, menjelaskan lebih lanjut.

“Lonjakan hormon ovarium menyebabkan peningkatan perilaku belanja impulsif dan berlebihan pada perempuan sebelum menstruasi,” ujarnya.

Jadi, ini bukan sekadar mitos atau alasan belaka. Ada mekanisme biologis yang bekerja di baliknya.

Di sisi lain, fase pra-menstruasi seringkali dibarengi dengan rasa cemas, mudah tersinggung, dan dorongan impulsif yang kuat. Kondisi emosional yang seperti itu, mau tak mau, mendorong seseorang mencari pelampiasan. Belanja kerap jadi pilihan instan untuk mengatur perasaan, meski ujung-ujungnya malah bikin menyesal.

Yang perlu digarisbawahi, studi ini secara gamblang menunjukkan bahwa perilaku ekonomi kita nggak selalu rasional. Faktor emosional dan biologis ternyata punya peran besar, lho, terutama dalam keputusan finansial sehari-hari perempuan.

Nah, dengan memahami pola ini, kita bisa lebih waspada. Misalnya, dengan sengaja menunda pembelian barang mahal atau lebih ketat memegang anggaran saat mendekati masa tersebut. Dengan begitu, kita bisa lebih berdamai dengan siklus alami tubuh tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar