MURIANETWORK.COM - Kodam IV/Diponegoro secara resmi membantah dugaan bahwa tiga anggota intelijennya ditugaskan mengawasi mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penjelasan resmi ini dikeluarkan menyusul viralnya sebuah video di media sosial yang menunjukkan ketiga anggota tersebut berada di warung makan yang sama dengan Anies. Pihak militer menegaskan bahwa kehadiran personelnya di lokasi murni untuk makan siang dan merupakan kebetulan semata.
Penjelasan Resmi: Kehadiran Murni Kebetulan
Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Andy Soelistyo, memberikan klarifikasi terperinci mengenai insiden yang terjadi pada Jumat (31/1) lalu di Warung Soto Mbok Giyem itu. Menurutnya, ketiga anggota intelijen dari Kodim Karanganyar tersebut baru saja menghadiri rapat pemantauan wilayah dan memutuskan untuk beristirahat sekaligus makan siang di warung tersebut.
Andy Soelistyo menekankan bahwa tidak ada unsur kesengajaan atau perintah khusus dalam pertemuan itu. "Poin penting yang kami sampaikan disini, bahwa tidak ada kepentingan dari ketiga anggota tersebut untuk mengawasi kegiatan Bapak Anies," tegasnya.
Ia juga menambahkan konteks status Anies Baswedan pasca-masa jabatannya. "Dan kami sampaikan bahwasanya saat ini Bapak Anies juga merupakan masyarakat biasa," lanjut Andy.
Urutan Kejadian dan Klarifikasi Detail
Lebih jauh, Kapendam memaparkan kronologi berdasarkan keterangan langsung dari anggota yang bersangkutan. Dijelaskan bahwa para anggota datang lebih dahulu ke warung tanpa mengetahui rencana kunjungan Anies Baswedan. Situasi kemudian berkembang secara spontan ketika mantan gubernur itu tiba di tempat yang sama.
"Saat dikonfirmasi, anggota menyampaikan bahwa keberadaan mereka di warung Soto Mbok Giyem adalah murni sekedar untuk makan siang," jelas Andy Soelistyo melalui pesan singkat.
Menanggapi pertanyaan spesifik, ia mengonfirmasi, "(Bukan arahan untuk mengawasi?) Betul-betul spontan, pengakuan dari anggota."
Interaksi yang Terjadi di Lokasi
Pihak Kodam menggambarkan suasana di warung makan saat itu sebagai pertemuan biasa yang berlanjut dengan interaksi santai. Setelah mengetahui kehadiran figur publik seperti Anies Baswedan, ketiga anggota tersebut justru diajak untuk berfoto bersama.
"Mereka tidak mengetahui bahwa Bapak Anies juga akan makan siang di tempat yang sama. Secara kebetulan, hadir Bapak Anies di Warung Mbok Giyem dan ketiga anggota tersebut diajak berfoto bersama Bapak Anies," tuturnya, menutup penjelasan mengenai insiden yang sempat mengundang spekulasi publik ini.
Artikel Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Tiga Provinsi Akibat Dampak Siklon PENHA
Trump Isyaratkan Pelunakan Taktik Imigrasi Usai Penarikan Agen di Minnesota
Ibas Dorong HMI dan Pemuda Jadi Penggerak Perubahan di Milad ke-79
Warga Cilame Tewas Terseret Arus Usai Lantai Rumah di Tepi Sungai Runtuh