Menanggapi kejadian ini, Dinas PPPA Kabupaten Ngada telah bergerak melakukan pendampingan psikologis awal kepada ibu dan nenek YBR. Tujuannya adalah untuk meredam dampak trauma yang mungkin timbul pasca-insiden tragis tersebut.
"Khawatir ada dampak atau trauma yang dialami oleh ibu, kemudian nenek, dan juga dua saudaranya," jelas Arifah.
Namun, upaya pendampingan ini menghadapi kendala nyata di lapangan, yaitu keterbatasan akses terhadap tenaga profesional kesehatan mental di lokasi kejadian. Pihak berwenang terpaksa mencari alternatif dengan merujuk keluarga ke kabupaten terdekat atau mendatangkan psikolog klinis ke daerah tersebut.
"Karena di lokasi tersebut belum memiliki psikolog klinis, sehingga ini alternatifnya adalah dirujuk ke kabupaten/kota terdekat yang memiliki psikolog klinis atau mendatangkan psikolog klinis ke daerah tersebut. Ini salah satu yang sudah kami lakukan pendampingan," imbuhnya.
Refleksi dan Panggilan untuk Kolaborasi
Secara keseluruhan, Menteri Arifah menilai keluarga YBR termasuk dalam kategori keluarga tidak mampu. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi bahan introspeksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan dan layanan dasar bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
"Ini menjadi perhatian kita bersama bagaimana dari seluruh stakeholder yang ada, ini mari bersama-sama untuk memberikan layanan-layanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan dan seharusnya memang mendapatkan sapaan dan layanan dari kita selaku pemerintah," tegasnya. "Ini menjadi introspeksi kita bersama supaya bisa saling menguatkan, men-support untuk bisa memberikan layanan kepada masyarakat," tambah Arifah.
Surat Perpisahan yang Menyayat Hati
Sebelumnya, dalam proses evakuasi, pihak kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan milik YBR. Surat yang ditulis dalam bahasa daerah Bajawa itu memuat ungkapan perpisahan sekaligus kekecewaan mendalam terhadap sang ibu, yang disebutnya "pelit". Temuan surat ini memberikan sekelumit gambaran tentang pergolakan batin yang dialami korban sebelum mengambil keputusan fatal.
Artikel Terkait
Tottenham Tersungkur 0-3 dari Nottingham Forest di Kandang Sendiri
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Daerah Saat Lebaran
Tottenham Tersungkur ke Zona Degradasi Usai Dibantai Nottingham Forest
Robinio Vaz Jadi Pahlawan, AS Roma Akhiri Tren Buruk dengan Kemenangan Tipis Atas Lecce