Menteri PPPA Serukan Implementasi Nyata Perlindungan Anak Usai Tragedi Pelajar SD di NTT

- Kamis, 05 Februari 2026 | 07:35 WIB
Menteri PPPA Serukan Implementasi Nyata Perlindungan Anak Usai Tragedi Pelajar SD di NTT

Negara Tidak Boleh Absen

Lebih lanjut, Arifah menekankan peran sentral negara dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap anak. Dia menyoroti bahwa tanggung jawab ini merupakan tugas kolektif yang melibatkan seluruh lapisan pemerintahan, dari pusat hingga daerah. Program-program yang dirancang untuk melindungi anak harus benar-benar terasa dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Negara tidak boleh absen dalam memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, pendidikan, dan ruang aman untuk tumbuh dan berkembang. Pemerintah pusat dan daerah harus memastikan kebijakan KLA tidak berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak,” tegas Menteri PPPA tersebut.

Pernyataan ini menggarisbawahi sebuah tantangan klasik dalam banyak kebijakan sosial: menjembatani kesenjangan antara perencanaan di tingkat makro dengan realitas yang dihadapi anak dan keluarga di tingkat mikro. Kasus di Ngada ini menjadi pengingat pilih bahwa keberhasilan suatu program diukur dari kemampuannya mencegah tragedi dan memastikan keselamatan jiwa anak-anak di seluruh penjuru negeri.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar