Bagi pelaku UMKM di sektor produksi, naik kelas seringkali terasa seperti mimpi. Tapi, program "Klasterku Hidupku" dari BRI mencoba menjawab tantangan itu. Intinya, mereka tak cuma kasih kucuran dana, tapi membangun sebuah ekosistem. Di dalamnya, pelaku usaha bisa saling berkolaborasi, memperbesar skala produksi, dan akhirnya punya daya saing yang lebih kuat di pasar lokal.
Fokusnya jelas: sektor-sektor yang jadi tulang punggung ekonomi daerah. Hingga akhir 2025, angka yang dicapai cukup signifikan. BRI tercatat telah membina lebih dari 42 ribu klaster usaha. Tak main-main, mereka juga menggelar ribuan kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga dukungan sarana produksi.
Menurut Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, harapannya klaster-klaster yang sukses ini bisa jadi contoh bagi daerah lain.
"Dengan pendekatan ini BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya. Semoga cerita inspiratif dari Klaster Usaha Panaba di Banyuwangi menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu lalu.
Nah, salah satu kisah yang dimaksud datang dari Banyuwangi. Di sana, Kelompok Petani Buah Naga atau yang akrab disapa Panaba, merasakan langsung dampak program ini.
Pemimpin kelompok, Edy, bercerita. Dulu, mengembangkan usaha rasanya berat, apalagi kalau mau sentuh teknologi yang modalnya besar. "Kalau sendiri, berat," ujarnya.
Artikel Terkait
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia
Kemenimipas Siapkan 2.460 Titik Kerja Sosial Gantikan Jeruji Besi
Trump Kritik Ekspresi Wartawati Saat Ditanya Soal Kasus Epstein
Prabowo Soroti Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo, Ahli Sebut Keteledoran Kolektif