Lebih rinci lagi, dari Januari hingga Desember 2025, aplikasi itu telah melayani 5,60 miliar transaksi. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan hingga 29%.
Di sisi lain, peningkatan ini bukan cuma soal angka yang mentereng. Saladin menjelaskan bahwa geliat transaksi digital punya dampak riil terhadap kesehatan perusahaan. Aktivitas digital yang terus membesar ternyata membantu memperkuat struktur pendanaan, terutama dari dana murah.
"Itu jadi fondasi penting untuk fungsi intermediasi perbankan," tuturnya.
Dengan pondasi pendanaan yang semakin solid, BRI merasa punya ruang gerak lebih leluasa. Bank itu bisa lebih optimal dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan tentu saja, ekonomi kerakyatan. Pada akhirnya, kinerja BRImo yang ciamik ini tak hanya menguntungkan bank, tetapi diharapkan bisa memberi dampak berganda bagi perekonomian.
Artikel Terkait
Modus Motor Bekas Daring, Pria di Pati Tertangkap Usai Tipu Uang Muka
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia
Kemenimipas Siapkan 2.460 Titik Kerja Sosial Gantikan Jeruji Besi
BRI Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Program Klaster Usaha