Jadi, untuk urusan wacana dua periode? Itu urusan nanti. Ibas menegaskan, pihaknya akan mendukung penuh setiap kebijakan positif dari pemerintah. Tapi untuk saat ini, tahun 2026, energi partai lebih baik dicurahkan untuk hal-hal yang konkret dan sedang berlangsung. “InsyaAllah kita kawal semua yang positif untuk kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Di sisi lain, wacana dua periode ini memang bukan muncul tiba-tiba. Jokowi sendiri sudah beberapa kali menyiratkan dukungannya. Pernyataan paling gamblang datang saat dia memberi arahan kepada relawan Bara JP beberapa waktu lalu. “Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu,” kata Jokowi seperti dilaporkan, merujuk pada dukungan untuk Prabowo-Gibran dua periode.
Bahkan, pertemuan informal antara Jokowi dan Prabowo pun sempat terjadi. Mereka berbincang saat menjadi saksi nikah sekretaris pribadi Prabowo. Ketika ditanya apakah ada pembicaraan khusus, Jokowi hanya berkelakar. “Loh, namanya pembicaraan khusus, masa disampaikan,” ucapnya. “Ya, khusus juga untuk kita, dan untuk saya dan Pak Prabowo.”
Pertemuan itu, ditambah pernyataan-pernyataan sebelumnya, jelas memberi sinyal politik yang kuat. Namun bagi Partai Demokrat, setidaknya untuk saat ini, sinyal itu belum perlu ditanggapi dengan sikap resmi. Mereka memilih jalan lain: fokus mengawal, sambil menunggu waktu yang tepat.
Artikel Terkait
Beban Keluarga Picu Siswa SMP Bawa Bom Molotov ke Sekolah
Cak Imin dan Pengurus PKB Bertamu ke Istana di Tengah Hujan Lebat
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas ke Pengembang yang Mangkir dari Kewajiban Fasos-Fasum
Pramono Anung: Rusun Baru DKI Dilarang Pakai Atap Seng