Langkah ini muncul di tengah ketegangan yang makin memanas. AS terus memperkuat militernya di Timur Tengah. Para pemain regional sebenarnya mendesak agar kebuntuan ini segera diurai, sebelum ancaman serangan timbal balik berubah jadi konflik yang lebih luas. Situasinya memang rawan.
Belum lama ini, militer AS bahkan menembak jatuh drone Iran yang disebut mendekati kapal induk Abraham Lincoln dengan cara “agresif” di Laut Arab. Suasana makin tegang.
Di Gedung Putih, Presiden Donald Trump berkomentar singkat. “Hal-hal buruk mungkin akan terjadi kalau kita tidak capai kesepakatan dengan Iran,” katanya pada wartawan. “Kami sedang bernegosiasi dengan mereka saat ini.” Dia enggan beri detail lebih lanjut, termasuk soal lokasi perundingan.
Meski begitu, Sekretaris Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pembicaraan dengan Iran masih dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengaku konsultasi tentang tempat masih berjalan. Beberapa negara seperti Turki dan Oman disebut sudah menyatakan kesediaan jadi tuan rumah.
Jadi, kita lihat saja nanti akhirnya di mana mereka bertemu atau malah batal sama sekali.
Artikel Terkait
Megawati dan Prabowo Gelar Pertemuan Teman Lama di Istana Merdeka Jelang Lebaran
Menko Airlangga: Momentum Lebaran Dukung Capai Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I 2026
Liverpool Tumbang di Brighton, Peluang Liga Champions Semakin Suram
47 Warga Rentan Dievakuasi dari Banjir 1,7 Meter di Cibubur