Catatan Agus M. Maksum
Indonesia menghadapi ironi digital yang mengejutkan. Pemerintah menggelontorkan dana Rp1,3 triliun untuk membangun sistem pajak digital tercanggih di Asia Tenggara melalui vendor asal Korea. Namun faktanya, kualitas pekerjaan justru berada di bawah standar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan fakta mengejutkan: "Begitu tim kami lihat source code-nya, orang kami bilang, wah ini programmer tingkat baru... lulusan SMA."
Proyek Coretax yang dimulai sejak 2018 dan diluncurkan Januari 2025 ternyata bermasalah serius. Sistem mengalami hang, timeout, dan kerusakan data hanya dalam beberapa bulan operasional.
Proses perbaikan pun molor dari jadwal. Purbaya mengakui kompleksitas masalah: "Ternyata ada banyak layer yang harus diperbaiki."
Masalah utama terletak pada kontrak dengan LG Korea yang membatasi akses pemerintah hingga Desember 2025. Source code, struktur OSI, dan pengaturan firewall sepenuhnya dikuasai vendor.
Solusi justru datang dari dalam negeri. Purbaya memanggil hacker lokal Indonesia yang berhasil meningkatkan keamanan Coretax dari nilai 30 menjadi 95 .
"Sudah A itu security-nya," tutur Purbaya dengan nada bangga. Pencapaian ini membuktikan kemampuan anak bangsa menyelesaikan masalah yang gagal ditangani vendor asing berbiaya triliunan.
Pemerintah menargetkan pengelolaan penuh Coretax oleh Kemenkeu pada Januari atau Februari 2026. Target ini berarti Indonesia baru benar-benar memiliki sistem pajak digital sendiri setelah tujuh tahun proses.
Kisah Coretax menjadi pelajaran berharga tentang kedaulatan digital. Ketergantungan pada teknologi asing terbukti tidak menjamin kualitas, sementara kepercayaan pada kemampuan lokal justru memberikan solusi terbaik.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Cirebon, BMKG: Tak Berpotensi Kerusakan
560 Narapidana Lansia Terima Remisi Hingga Enam Bulan di Hari Lanjut Usia Nasional 2026
Polda Jateng Bekuk 105 Pelaku Kejahatan Jalanan Sepanjang Mei 2026
Peserta Paskibraka Sulsel yang Terseret Polemik Seleksi Dapat Beasiswa Penuh Kuliah di Luar Negeri