Sekjen Zayed Award, Mohamed Abdelsalam, menyambut semua tamu dengan ramah. Dia menyalami dan berbincang hangat, termasuk dengan rombongan Ibu Mega.
Dalam forum tersebut, Megawati mendapat kesempatan berbicara. Dia berbagi pandangan bersama sejumlah pemimpin perempuan berpengaruh dari berbagai penjuru dunia. Sebut saja Ibu Negara Libanon, Nehmat Aoun, atau Aseefa Bhutto Zardari dari Pakistan. Veronica Alcocer Garcia dari Kolombia, Saida Mirziyoyeva dari Uzbekistan, dan Leyla Aliyeva dari Azerbaijan juga hadir. Diskusi mereka dimoderatori oleh Mina Al-Oraibi.
Sebelum sesi inti dimulai, suasana dibuka dengan sambutan dari Sheikha Fatima binti Mubarak. Beliau adalah Menteri Negara UEA sekaligus penasihat Ibu Suri. Dalam pidatonya, dia mengulas sejarah panjang Zayed Award, yang dibentuk atas gagasan pendiri UEA, Zayed Al Nahyan, bersama Paus Fransiskus. Sebuah kolaborasi yang langka dan penuh makna.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat