Kabupaten Pati kembali digenangi air. Hingga Kamis (22/1/2026) ini, air masih menggenangi 60 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Padahal sebelumnya, wilayah yang terdampak jauh lebih luas.
Menurut Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, kondisi saat ini sebenarnya sudah mulai membaik. "Semula ada 136 desa di 12 kecamatan yang banjir. Kondisinya saat ini berangsur surut," jelasnya.
Ia mengungkapkan, upaya penanganan jangka panjang sedang dipersiapkan. Rencananya melibatkan beberapa pihak untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap berulang ini.
"Minta doanya untuk Kabupaten Pati, semoga banjir ini segera surut. Kami merencanakan solusi dari Pak Gubernur, dari BBWS, dari PU untuk normalisasi sungai dan pembuatan sodetan Sungai Juwana. Semoga tahun depan bisa terealisasi," tambah Chandra.
Di sisi lain, di tengah genangan air, ada rasa kecewa yang menguat di kalangan warga. Sunarti, salah seorang warga, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, musibah ini makin terasa pahit karena berbarengan dengan kasus hukum yang menjerat Bupati Pati, Sudewo.
"Ya ini malahan ramai Bupati Sudewo kena KPK, semoga penggantinya bisa menangani masalah banjir ini," ujar Sunarti.
Harapannya sederhana: pemimpin yang baru nanti bisa fokus mengatasi banjir, masalah lama yang seolah tak kunjung usai bagi warga Pati.
Artikel Terkait
Perbaikan Jalan di Perbatasan Jakarta-Depok Terhenti di Tengah Jalan Akibat Beda Kewenangan Anggaran
Pemutihan Pajak Kendaraan NTB 2026 Berlaku 15 Juni, Hapus Denda 100 Persen dan Diskon Mutasi 50 Persen
Kejagung Kembangkan Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Tersangka Bertambah Jadi Lima Orang
Korea Utara Nyatakan Status Nuklirnya ‘Tidak Dapat Diubah’, Tolak Seruan Denuklirisasi AS dan Sekutu