Tanpa pikir panjang, para taruna itu bertindak cepat. Mereka mengevakuasi Haikal ke darat dan segera memberi pertolongan pertama. Upaya mereka tak sia-sia. Remaja itu berhasil memuntahkan air cokelat keruh yang sempat tertelan.
Namun begitu, kondisinya belum stabil.
Haikal lalu dibawa menggunakan mobil menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh. Di perjalanan, ia muntah-muntah lagi. Bahkan, beberapa kali nyaris tak sadarkan diri.
"Taruna Akpol berusaha keras menjaga Haikal tetap sadar," ujar Evon.
Usaha mereka, pada akhirnya, berbuah hasil. Aksi sigap itu berhasil mencegah sebuah musibah. Sebuah sore yang hampir berakhir duka, berubah menjadi kisah tentang keberanian dan kesigapan di saat yang tepat.
Artikel Terkait
Interpol Proses Red Notice untuk Buron Kasus Laptop Nadiem
Raksasa Film Pendek Indonesia Mulai Bangun di Festival Bergengsi Prancis
Glodok Berubah Jadi Lautan Merah dan Emas Jelang Imlek 2026
Interpol Pasang Buru-Buru untuk Riza Chalid, Buronan Korupsi Migas