Tanpa pikir panjang, para taruna itu bertindak cepat. Mereka mengevakuasi Haikal ke darat dan segera memberi pertolongan pertama. Upaya mereka tak sia-sia. Remaja itu berhasil memuntahkan air cokelat keruh yang sempat tertelan.
Namun begitu, kondisinya belum stabil.
Haikal lalu dibawa menggunakan mobil menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh. Di perjalanan, ia muntah-muntah lagi. Bahkan, beberapa kali nyaris tak sadarkan diri.
"Taruna Akpol berusaha keras menjaga Haikal tetap sadar," ujar Evon.
Usaha mereka, pada akhirnya, berbuah hasil. Aksi sigap itu berhasil mencegah sebuah musibah. Sebuah sore yang hampir berakhir duka, berubah menjadi kisah tentang keberanian dan kesigapan di saat yang tepat.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka