Di sisi lain, penjaga langsung situs tersebut, Annas Rofiqi, punya cerita yang lebih rinci. Menurutnya, tanda-tanda sudah terlihat jauh sebelumnya. Api yang biasanya berkobar itu pelan-pelan mulai mengecil sejak akhir Desember tahun lalu.
"Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil," jelas Annas.
Kondisi itu berlanjut hingga puncaknya di awal tahun. "Kemarin 1 Januari tepatnya itu jam 7 pagi saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal malamnya jam 11 itu masih hidup," sambungnya, menggambarkan betapa cepatnya perubahan terjadi.
Kini, tempat yang biasanya ramai oleh pengunjung itu terasa hening. Hanya tinggal cerita tentang bara yang abadi, yang untuk sementara waktu ini, ternyata bisa padam juga.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka