Partisipasi Indonesia di International Film Festival Rotterdam (IFFR) tahun ini cukup menggembirakan. Di ajang bergengsi di Belanda itu, tidak tanggung-tanggung, ada dua film pendek dan lima film panjang yang mewakili negeri ini. Bahkan, satu proyek ikut dalam sesi pitching. Tak cuma itu, perwakilan kita juga terlibat dalam program lab mentor dan producers lab. Ini jelas sebuah pencapaian.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, melihat momen ini sebagai cerminan naiknya kualitas dan daya saing sineas kita. Keragaman cerita yang dibawa juga patut diapresiasi.
Di sisi lain, potensi kerja sama dengan Belanda dinilainya sangat besar. Apalagi, sejak akhir 2024 lalu, kedua negara sudah menandatangani Perjanjian Ko-produksi Audiovisual. Pemerintah Indonesia menyambut baik kerangka kerja ini. Tujuannya jelas: memperluas kolaborasi, mendorong industri budaya, dan memperkuat pertukaran ekonomi kreatif.
Nah, untuk mewujudkan itu, Kemenbud punya sejumlah program. Manajemen Talenta Nasional salah satunya. Platform ini dirancang untuk memberi dukungan komprehensif pada talenta lokal, mulai dari peningkatan kapasitas hingga akses ke jaringan internasional.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Rapat Maraton, Bahas Korupsi hingga Davos
Api Abadi Mrapen Padam, Api yang Konon Tak Pernah Redup Akhirnya Mati
Roy Suryo dan Dua Tokoh Lain Ajukan Gugatan ke MK untuk Revisi Pasal Karet KUHP dan UU ITE
Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Kramat Jati, Enam Diamankan