"Retakan di dinding dan lantai rumah belum diperbaiki. Kalau hujan datang lagi, bisa-bisa kerusakannya bertambah parah," ucap Adam lagi.
Di sisi lain, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini. Meski begitu, sebanyak 57 jiwa tercatat terdampak dan harus hidup dengan ancaman tanah yang masih mungkin bergerak.
Adam menegaskan, peristiwa ini butuh penanganan serius dari pihak berwenang. Tujuannya jelas: mencegah pergerakan tanah meluas dan menghindari kerusakan yang lebih besar lagi. Warga setempat kini menunggu, berharap solusi datang sebelum hujan berikutnya mengguyur desa mereka.
Artikel Terkait
WNI Ditahan di Norwegia Usai Kecelakaan Salju Tewaskan Dua Lansia
Remaja Sukoharjo Digigit Kobra yang Diduga Numpang Paket Belanja Online
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark
Muzani: NU Telah Menjadi Tulang Punggung Bangsa Sebelum Indonesia Lahir