"Ayo bareng-bareng. Di balik polisi yang sudah berbenah, reformasi, masyarakatnya juga harus tertib," ajak Rafi.
Cara humanis ini sejalan dengan program 'Polantas Menyapa' yang digaungkan pimpinan. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memang menekankan bahwa penegakan hukum kini lebih mengedepankan pendekatan manusiawi.
Menurut Agus, fokusnya bukanlah pada hukum semata. Dia mengajak masyarakat untuk disiplin demi keselamatan mereka sendiri. Pernyataan ini disampaikannya di Mapolres Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
"Jadi kita tidak mengutamakan pendekatan hukum," jelasnya. "Kami mengharapkan dengan adanya E-TLE dan digitalisasi lainnya, masyarakat bisa disiplin atas kesadaran pribadi. Semuanya untuk kepentingan keselamatan."
Jadi, upaya Rafi di Lebak Bulus itu bukan tindakan spontan. Itu adalah bagian dari perubahan pola pikir penegakan hukum yang lebih mengutamakan edukasi dan kesadaran. Hasilnya? Mungkin tidak instan. Tapi setidaknya, teguran yang disampaikan dengan cara berbeda itu berusaha menyentuh hati, bukan sekadar menakuti.
Artikel Terkait
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark
Muzani: NU Telah Menjadi Tulang Punggung Bangsa Sebelum Indonesia Lahir
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif