Tak cuma berteori, Jokowi juga menunjukkan komitmen fisiknya. Ia menyatakan kesanggupannya untuk turun langsung ke lapangan jika partai membutuhkan. Dari provinsi hingga kecamatan, ia klaim masih sanggup menjangkaunya.
"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup," tegasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa PSI butuh kader-kader yang militan. Dan untuk mendukung itu, ia tak segan-segan akan mengerahkan tenaga sepenuhnya. Suaranya terdengar lantang menggelegar di ruangan saat mengucapkan kalimat berikut.
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, sayapun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI."
Pernyataan itu jelas bukan sekadar basa-basi. Ia seperti ingin meyakinkan semua yang hadir bahwa komitmennya bukan main-main. Rakernas yang seharusnya jadi forum internal, mendadak dapat suntikan semangat dari figur yang pengalamannya di dunia politik tak perlu diragukan lagi.
Artikel Terkait
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif
Kaesang Pangarep Siap Peras Darah Demi Kemenangan PSI di 2029
Ma Dong-seok dan Lisa BLACKPINK Bikin Heboh, Syuting Film di Jakarta Libatkan Rekayasa Lalu Lintas
Kaesang Menangis di Hadapan Kader, Berjanji Besarkan PSI