"Interior dan eksterior akan direvitalisasi agar stadion ini tampil lebih representatif, gagah, dan layak menjadi kebanggaan masyarakat," jelas Dody.
"Ini tentu harapan masyarakat dan kita semua."
Ia menambahkan, fokus Pak Prabowo dalam merenovasi banyak stadion di Indonesia menjadi pendorong utama proyek ini. Jadwalnya? Proses lelang ditargetkan mulai Februari atau Maret 2026. Jika berjalan mulus, pekerjaan fisik baru bisa dimulai setelah stadion dikosongkan sekitar bulan Mei.
Rencana pemerintah pusat ini langsung disambut hangat oleh Pemprov Sumbar dan Pemkot Padang. Mereka siap bersinergi. Dukungan juga datang dari internal klub.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyatakan kesiapannya. Baginya, renovasi total sudah sangat layak mengingat usia stadion yang tak lagi muda.
"Kita siap kalau harus main di luar kandang sementara. Yang penting rehab total ini selesai dan membuat Kabau Sirah bisa lebih baik lagi," kata Braditi.
Harapannya jelas. Selain meningkatkan kualitas sarana olahraga, renovasi GHAS ini diyakini bisa mendongkrak ekonomi lokal dan jadi wadah pembinaan atlet yang lebih baik untuk Sumbar ke depannya.
Acara peninjauan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, seperti Gubernur Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, dan Komisaris PT Semen Padang Ilham Adelino Azre. Suasana saat itu terasa penuh dengan harapan baru untuk stadion kebanggaan mereka.
Artikel Terkait
Tips Jaga Kesehatan Kulit untuk Persiapan Lebaran 2026
KPK Ungkap Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Prabowo Usul Penerapan WFH dan Penghematan Energi Tiru Langkah Pakistan
Real Madrid Singkirkan Manchester City Berkat Gol Telat Vinicius