Perlahan tapi pasti, penurunan ini akan semakin terasa saat kita menyambut Maret. Fase ini menandai awal peralihan menuju musim kemarau di sejumlah daerah.
"Menjelang bulan Maret, intensitas curah hujan diprakirakan akan semakin berkurang," papar Andri. "Ini seiring dengan mulai masuknya sebagian wilayah ke dalam periode transisi dari musim hujan menuju musim kemarau."
Meski trennya menurun, kewaspadaan tetaplah kunci. BMKG mengingatkan, dinamika atmosfer yang cepat dan aktif seperti monsun atau gangguan lainnya bisa tiba-tiba memicu hujan deras bahkan badai. Perubahan cuaca bisa datang secara mendadak.
"Karena Februari masih termasuk dalam periode musim hujan, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tetap perlu dijaga," tegas Andri.
Untuk itu, ia mengimbau publik agar selalu mengakses informasi terbaru. "BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif dan akan menyampaikan pembaruan informasi cuaca secara berkala. Pantau terus informasi dari berbagai kanal resmi BMKG," imbuhnya.
Artikel Terkait
Pasca-Bencana, Sumbar Bangkit dengan Desain Permanen
Stadion GHAS Padang Siap Direhab Total, Semen Padang Siap Jadi Tim Musafir
Jokowi Sambut Rakernas PSI dengan Passapu dan Tarian Bugis di Makassar
Di Balik Tunjangan dan Sertifikasi, Perlindungan Guru Masih Terabaikan