Namun begitu, di tengah perjalanan, ia memutuskan untuk mampir. Cuaca yang terik membuatnya ingin membeli es legen di sebuah warung yang terletak di pinggir Pantura. Kawasan itu sepi, dikelilingi hutan jati milik Perhutani.
Momen itulah yang dimanfaatkan pelaku. Saat Dullah dan seorang saksi sudah turun dan masuk ke dalam warung, tiba-tiba alarm mobilnya berbunyi nyaring.
Spontan, ia berlari menghampiri kendaraannya. Tapi sudah terlambat. Dari kejauhan, terlihat dua orang lelaki sedang kabur. Mereka membawa tas berwarna cokelat tas yang berisi seluruh uang tadi. Aksi mereka cepat dan tampaknya sudah direncanakan. Kaca mobil yang pecah menjadi bukti kekerasan yang mereka lakukan.
Hingga kini, polisi masih mengejar kedua pelaku yang kabur membawa uang ratusan juta tersebut. Warga setempat pun diimbau untuk lebih waspada, terutama setelah melakukan penarikan uang dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Bhabinkamtibmas Kuansing Dirikan Sekolah dan Pesantren, Diusulkan Raih Hoegeng Awards
Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat Usai Unggah Status WhatsApp Merendahkan Masyarakat
Polisi Kawal Ratusan Pemudik Motor di Bakauheni untuk Jamin Keamanan
Plafon Pasar Sehat Soreang Ambruk, Satu Tewas dan Tiga Luka-luka