"Dari saudari A memberikan kesaksian bahwa dia baru pertama kali melihat tabung pink itu. Ya, asisten rumah tangganya sendiri mengaku baru pertama kali melihatnya," tutur Iskandarsyah.
Di sisi lain, tim dari Puslabfor Bareskrim Polri turun tangan. Mereka berhasil mengidentifikasi DNA Lula pada tabung Whip Pink yang disita. Temuan ini tentu saja menambah dimensi baru dalam penyelidikan.
Kepala Urusan Subbid DNA Puslabfor, Azhar Darlan, memaparkan, "Setelah pemeriksaan, kami simpulkan bahwa pada seprai ada bercak darah, pada kapas bekas pakai juga. Dan yang penting, pada satu tabung Whip Pink itu muncul profil DNA."
Yang menarik, tabung yang mengandung DNA Lula itu sudah dalam keadaan kosong. Tapi polisi tak tinggal diam. Mereka melakukan uji pembanding dengan produk sejenis, dan benar, ditemukan kandungan nitrous oxide di dalamnya.
Lula Lahfah ditemukan meninggal di kamar apartemennya pada Jumat malam, 23 Januari lalu. Sampai saat ini, polisi masih berpegang pada kesimpulan awal: tidak ada indikasi tindak pidana atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhumah. Tapi, pertanyaan tentang tabung pink itu masih menggantung. Untuk apa sebenarnya? Itu yang masih dicari tahu.
Artikel Terkait
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain