Trump Siapkan Serangan, Iran Ancang-ancang Balas: 7 Skenario Perang yang Bisa Mengguncang Dunia

- Jumat, 30 Januari 2026 | 11:10 WIB
Trump Siapkan Serangan, Iran Ancang-ancang Balas: 7 Skenario Perang yang Bisa Mengguncang Dunia

Suasana di Washington dan Teheran belakangan ini terasa makin panas. Ada indikasi kuat Amerika Serikat sedang mempertimbangkan langkah militer terhadap Iran dalam waktu dekat. Kalau kesepakatan terakhir gagal dicapai, Presiden Donald Trump dikabarkan siap memberi perintah untuk menyerang target-target potensial di Iran. Tapi ya, hasil perundingan itu sendiri masih sulit ditebak.

Meski begitu, kita bisa mencoba membayangkan beberapa kemungkinan yang bakal terjadi jika serangan benar-benar dilancarkan. Apa saja skenarionya?

1. Serangan Presisi dan Mimpi Transisi Damai

Skenario pertama ini yang paling diharapkan pihak AS. Angkatan udara dan laut mereka bakal melancarkan serangan terbatas. Sasaran utamanya adalah pangkalan militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan markas paramiliter Basij. Tidak ketinggalan, situs peluncuran rudal balistik dan fasilitas nuklir Iran juga masuk dalam bidikan.

Dampak yang diinginkan? Runtuhnya rezim Ayatollah Ali Khamenei yang dianggap sudah goyah. Lalu, terjadi transisi menuju demokrasi sehingga Iran membuka diri.

Itu gambaran optimisnya. Sayangnya, realitas seringkali lebih berantakan. Lihat saja intervensi Barat di Irak dan Libya. Kediktatorannya memang tumbang, tapi yang muncul kemudian adalah tahun-tahun penuh kekacauan dan pertumpahan darah. Suriah, yang menggulingkan Assad tanpa bantuan militer Barat di 2024, justru terlihat lebih stabil sekarang ketimbang kedua negara tadi.

2. Rezim Bertahan, Tapi Kebijakan Melunak

Kemungkinan kedua adalah apa yang disebut "model Venezuela". Intinya, AS melakukan intervensi tapi membiarkan rezim yang ada tetap berdiri, dengan catatan kebijakannya dimoderasi.

Untuk Iran, ini berarti Republik Islam tetap ada, tapi dengan syarat-syarat ketat. Misalnya, mengurangi dukungan pada milisi di Timur Tengah, menghentikan program nuklir, dan tidak terlalu keras menanggapi demonstrasi.

Tapi opsi ini kecil kemungkinannya. Ayatollah Khamenei sudah 47 tahun berkuasa dan terkenal resisten terhadap perubahan. Selain itu, rakyat Iran sendiri mungkin tidak akan puas dengan hasil setengah-setengah seperti ini.

3. Runtuh, Lalu Dikuasai Militer

Nah, ini yang dianggap banyak pengamat sebagai hasil paling mungkin. Serangan AS bisa memicu keruntuhan rezim, yang kemudian digantikan pemerintahan militer. Posisi rezim memang sedang melemah karena gelombang protes, tapi itu belum cukup untuk melengserkan Khamenei. Keamanan dalam negeri masih bisa mereka kendalikan.

Mengapa protes belum berhasil? Simpel saja: pihak berkuasa siap menggunakan kekuatan dan kekejaman tanpa batas untuk bertahan. Dalam kekacauan pasca-serangan, besar kemungkinan Iran akan dipimpin junta militer kuat yang diisi tokoh-tokoh IRGC.

4. Iran Membalas, Menyerang AS dan Sekutunya


Halaman:

Komentar