Dengan status Level III atau Siaga, otoritas pun mengeluarkan sejumlah imbauan keras. Masyarakat sama sekali dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu zona bahaya utama.
Di luar jarak itu pun bukan berarti aman. Warga diminta menjauhi tepian sungai (sempadan) sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter. Soalnya, wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas atau aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer. Bahaya lain adalah lontaran batu pijar, yang membuat aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah menjadi sangat berisiko.
Sigit juga menekankan kewaspadaan ekstra.
Jadi, situasinya masih tegang. Semeru sedang aktif, dan semua mata tertuju padanya, menunggu langkahnya berikutnya.
Artikel Terkait
Genangan 1,7 Meter di Pejaten Timur, Warga: Nyelamatin Diri Aja, Bu
Presiden Tinubu Tersandung di Ankara, Juru Bicara: Hanya Insiden Singkat
Buruh Desak Prabowo Cabut Indonesia dari Dewan Perdamaian Gaza, Tolak Duduk Satu Meja dengan Israel
Remaja 16 Tahun Hilang Usai Lompat dari Jembatan Loji di Bogor