Dengan status Level III atau Siaga, otoritas pun mengeluarkan sejumlah imbauan keras. Masyarakat sama sekali dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu zona bahaya utama.
Di luar jarak itu pun bukan berarti aman. Warga diminta menjauhi tepian sungai (sempadan) sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter. Soalnya, wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas atau aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer. Bahaya lain adalah lontaran batu pijar, yang membuat aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah menjadi sangat berisiko.
Sigit juga menekankan kewaspadaan ekstra.
Jadi, situasinya masih tegang. Semeru sedang aktif, dan semua mata tertuju padanya, menunggu langkahnya berikutnya.
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Dilarikan ke UGD
Hakim PN Depok Ajukan Praperadilan ke KPK Soal Penyitaan dalam Kasus Suap
Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026 di Jakarta
Ericsson Luncurkan Perangkat Radio dan Software RAN Berbasis AI untuk Dongkrak Jaringan 5G Indonesia