Isu penghapusan ambang batas parlemen kembali mencuat. Kali ini, PAN yang secara resmi mengusulkan agar ketentuan itu dihapuskan dalam revisi UU Pemilu. Tanggapan pun berdatangan dari partai lain, termasuk Golkar.
Lewat juru bicaranya di Komisi II, Ahmad Irawan, Golkar menyatakan sikap terbuka untuk membahas usulan tersebut. Namun begitu, mereka tak mau terburu-buru.
"Partai Golkar terbuka untuk mendiskusikannya secara politik," ujar Irawan kepada para wartawan, Kamis lalu.
Dia lantas menjelaskan alasannya. Menurutnya, persoalan ambang batas atau threshold ini bukan cuma soal suara yang terbuang. Lebih dari itu, ini menyangkut hal-hal yang lebih kompleks.
"Ini juga soal stabilitas pemerintahan presidensial, fragmentasi, dan keterwakilan politik di parlemen," jelasnya.
Irawan menekankan, pembahasan harus dimulai dari tujuan bersama dulu. Angka-angkanya bisa dibicarakan belakangan.
"Konsensus awal harus disepakati dulu. Apa tujuan kita? Apa dampaknya jika ambang batas diturunkan, bahkan sampai nol persen, atau justru dinaikkan?" katanya lagi.
Artikel Terkait
Piton Raksasa Telan Petani di Kebun, Ayah Tebas Ular dengan Parang
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat