Untuk memastikan perut pengungsi terisi, sebuah dapur umum didirikan di SDN 1 Pasirlangu sejak 27 Januari. Kerjasama antara Kemensos, Dinas Sosial, dan Tagana ini menghasilkan produksi yang tak main-main: sekitar 2.250 bungkus makanan per hari. Bahkan, Dinas Sosial dan Tagana setempat disebutkan memproduksi sekitar 4.500 bungkus per hari untuk memenuhi kebutuhan semua pihak di lokasi.
Bantuan logistik sendiri disalurkan dalam tiga gelombang. Tahap pertama mencakup banyak hal, mulai dari tenda serbaguna, tenda keluarga, kasur, selimut, hingga ratusan paket makanan siap saji dan perlengkapan untuk keluarga dan anak-anak.
Gelombang kedua menyusul dengan tambahan paket sandang, lauk pauk, serta perlengkapan tidur lagi. Sementara tahap ketiga lebih fokus pada fasilitas pendukung, seperti satu unit dapur umum lapangan dan toilet portable.
Di balik semua distribusi bantuan itu, kerja pendataan dan asesmen terus berjalan. Tim gabungan dari berbagai level masih bekerja. Pencarian korban pun belum berhenti. Begitu pula proses mencari ahli waris dari korban yang telah ditemukan.
Secara keseluruhan, penanganan bencana ini melibatkan banyak pihak. Dari Direktorat PSKB, BBPPKS Bandung, Sentra Wyata Guna, dinas sosial provinsi dan kabupaten, BPBD, TNI-Polri, Basarnas, hingga aparat kecamatan, desa, dan tentu saja, para relawan Tagana di garis depan.
Artikel Terkait
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi
Malam Tahun Baru di Depok, Brankas dan Uang Rp 21 Juta Raib Dibobol
Menteri PU Ungkap Penyebab dan Solusi Banjir Bekasi yang Tak Kunjung Surut
Ketua PAC Diduga Kelola Judi Gelap, Omset Harian Tembus Jutaan