Sebuah pesawat bermesin ganyel yang mengangkut 15 orang jatuh di kawasan pegunungan dekat perbatasan Venezuela. Semua penumpang dan awak dinyatakan tewas. Tragisnya, di antara mereka terdapat seorang anggota parlemen Kolombia.
Menurut pihak berwenang di Bogota, pesawat itu lepas landas dari kota perbatasan Cucuta. Tujuannya adalah Ocana, sebuah penerbangan singkat yang seharusnya hanya memakan waktu 23 menit. Namun, kontak dengan menara pengawas hilang sesaat sebelum pendaratan yang dijadwalkan pada Rabu siang waktu setempat.
Penerbangan itu dioperasikan oleh maskapai negara, Satena. Ada 13 penumpang dan dua awak di dalamnya.
"Tidak ada yang selamat,"
kata seorang pejabat otoritas penerbangan kepada AFP, Kamis (29/1/2026). Apa penyebab pastinya? Itu masih menjadi misteri dan sedang diselidiki.
Pencarian segera digelar. Angkatan Udara Kolombia dikerahkan ke lokasi yang dikenal sulit: wilayah pegunungan Andes timur yang terjal, dipenuhi hutan lebat, dengan cuaca yang bisa berubah drastis. Medannya benar-benar menantang.
Di sisi lain, situasi keamanan di sana juga kompleks. Sebagian besar daerah pedesaan sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan kelompok gerilyawan terbesar di negara itu, ELN atau Tentara Pembebasan Nasional.
Hingga laporan ini dibuat, proses evakuasi masih berlangsung di tengah kabut dan lereng curam. Gubernur Santander Utara, William Villamizar, menyebutkan kepada majalah Semana bahwa setidaknya tujuh jenazah telah berhasil ditemukan.
Korban jiwa termasuk seorang anggota parlemen dan seorang calon legislator. Kecelakaan ini menjadi pukulan berat, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan mereka.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Surabaya Hari Ini, 1 Mei 2025: Imsak hingga Isya
Kemendagri Dorong Penegasan Batas 5.000 Desa Hingga 2029 untuk Cegah Konflik Wilayah
Distok Hewan Kurban Banjarnegara Melimpah, Sapi Lokal Besar-besar Justru Dikirim ke Luar Daerah
Polda Kalsel Bangun Markas Brimob di Dua Desa Terluar Kotabaru untuk Jaga Stabilitas Keamanan