Guru Tersandung Hukum Usai Menasihati Murid, Komunikasi yang Macet Jadi Pangkal Masalah

- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:15 WIB
Guru Tersandung Hukum Usai Menasihati Murid, Komunikasi yang Macet Jadi Pangkal Masalah

Lalu, bagaimana cerita sebenarnya sampai bisa berlarut-larut begini?

Dari penjelasan polisi, akar masalahnya sederhana: komunikasi yang macet. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memaparkan kronologinya. Bermula dari seorang siswa yang merasa dinasihati dengan perkataan yang dianggap kurang ajar. Si anak lapor ke orang tuanya.

"Orang tua mencoba untuk bertemu dengan guru menyampaikan, tetapi tidak ada titik temu," jelas Budi, Rabu pekan lalu.

Permintaan orang tua sebenarnya spesifik: guru diminta meminta maaf di depan kelas, disaksikan banyak orang. Permintaan itu mengambang dari Agustus hingga Desember 2025 tanpa titik terang. Akhirnya, laporan polisi pun diajukan. Rasanya jalan buntu.

Tapi tampaknya, belum semua pintu tertutup. Polisi menyebut masih membuka peluang mediasi. Mereka siap memfasilitasi proses restorative justice untuk mendamaikan kedua belah pihak. "Kita tunggu hari ini dan akan kita update," pungkas Budi Hermanto.

Kasus ini seperti cermin. Ia memantulkan betapa rapuhnya hubungan segitiga antara sekolah, orang tua, dan siswa saat komunikasi tak lagi mengalir dengan baik. Niat mendidik bisa berubah jadi laporan polisi. Dan ruang kelas yang seharusnya jadi tempat belajar, kini menyimpan kecemasan baru.


Halaman:

Komentar