Begitu bunyi postingannya di platform media sosial X. Araghchi menambahkan bahwa senjata nuklir tidak pernah jadi bagian dari perhitungan keamanan Iran. Dia kembali menegaskan klaim lama Teheran yang sering diragukan Barat bahwa program nuklirnya murni untuk energi sipil.
Di sisi lain, nada yang lebih garang justru datang dari dalam lingkaran kekuasaan tertinggi. Seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memposting peringatan yang jauh lebih keras, sekaligus mengancam sekutu utama AS, Israel.
Tulisnya. Postingan itu kemudian dilanjutkan dengan ancaman yang gamblang.
Jadi, beginilah situasinya sekarang. Di satu sisi, ancaman perang terbuka menggantung. Di sisi lain, masih ada celah untuk dialog, meski sangat kecil. Dunia tentu menunggu, dengan napas tertahan, langkah apa yang akan diambil berikutnya oleh kedua pihak.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak Naik 1,3%, Pengelola Beri Diskon 30%
Antrean 36 Kilometer Hantui Pemudik di Jalur Menuju Pelabuhan Gilimanuk
Kapolri Tinjau Kesiapan Mudik di Terminal Purabaya, Pantau Lonjakan Penumpang 30 Persen
Polisi Amankan Konvoi Remaja dan Petasan di Jakarta Barat Jelang Ramadan