Ketegangan AS-Iran Memanas, Ancaman dan Sinyal Dialog Beriringan
Waktu untuk Iran hampir habis. Begitulah peringatan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Teheran menolak bernegosiasi. Tapi, alih-lahir mundur, Iran justru balik mengeluarkan pernyataan siap tempur. Menteri Luar Negeri mereka menegaskan pasukannya akan menanggapi setiap operasi militer AS dengan cepat dan tegas.
Menurut sejumlah laporan, situasinya memang genting. Namun begitu, di balik retorika keras, ada juga sinyal diplomatik yang samar-samar. Iran ternyata tidak menutup pintu sama sekali untuk sebuah kesepakatan baru terkait program nuklirnya.
Diplomat senior Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan pasukannya "siap menembak" dan akan membalas dengan kuat jika diserang. Yang menarik, dia menggunakan bahasa yang mirip dengan gaya Trump saat membuka peluang kesepakatan.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak Naik 1,3%, Pengelola Beri Diskon 30%
Antrean 36 Kilometer Hantui Pemudik di Jalur Menuju Pelabuhan Gilimanuk
Kapolri Tinjau Kesiapan Mudik di Terminal Purabaya, Pantau Lonjakan Penumpang 30 Persen
Polisi Amankan Konvoi Remaja dan Petasan di Jakarta Barat Jelang Ramadan